Archive | puisi RSS feed for this section

Bagaimana kita bisa? (Puisi)

Bagaimana kita bisa bicara tentang kemiskinan? Sedang kita membicarakannya di hotel berbintang.   Bagaimana kita bisa bicara tentang kelaparan? Sedang kita membicarakannya dengan makanan penuh terhidang.   Bagaimana kita bisa bicara tentang kejujuran? Sedang jujur kepada diri sendiri pun kita enggan.   Bagaimana kita bisa bicara tentang persoalan sosial? Sedang pada saat yang sama kita […]

Continue Reading →

Sujud Lebih Lama

Sujud Lebih Lama bolehkah aku sujud sedikit lebih lama untuk menyadari betapa rendahnya aku dan sungguh tinggiNya Engkau bolehkah aku sujud sedikit lebih lama untuk memahami betapa kecilnya aku dan sungguh besarNya Engkau bolehkah aku sujud sedikit lebih lama untuk meleluluhlantakkan segala kesombonganku bolehkah aku sujud sedikit lebih lama karena aku tak berdaya dan Engkau […]

Continue Reading →

Sembilu

Beribu rindu meratus di qalbu Beratus gugus menyuluh di kudus Berpuluh peluh menyatu dibasuh Satuan awan menggumpal di belawan   Separang ucap merayap senyap Pusara pikir mengukir pasir Sembilu laku menyayat pilu Belati basi meradang sepi

Continue Reading →

Guruku kini

Guruku kini Adalah juga guruku tempo hari Sekian lama mengabdi Melalui zaman yang bertransisi Guruku kini Mendidik di zaman informasi Menghadapi anak didikan tivi Yang tak ada pakaian sopan dan rapi Yang dilihat hanyalah rok mini Guruku kini Betapa tugasmu berat sekali Mendidik anak bangsa ini Generasi penerus negeri Guruku kini Datang di sekolah pagi […]

Continue Reading →