Bagaimana kita bisa? (Puisi)

Bagaimana kita bisa bicara tentang kemiskinan?

Sedang kita membicarakannya di hotel berbintang.

 

Bagaimana kita bisa bicara tentang kelaparan?

Sedang kita membicarakannya dengan makanan penuh terhidang.

 

Bagaimana kita bisa bicara tentang kejujuran?

Sedang jujur kepada diri sendiri pun kita enggan.

 

Bagaimana kita bisa bicara tentang persoalan sosial?

Sedang pada saat yang sama kita menjadi asosial.

 

Bagaimana kita bisa bicara tentang keadilan ekonomi?

Sedang liberalisme dan kapitalisme kita nikmati.

 

Bagaimana kita bisa bicara tentang karakter, moral, dan keteladanan?

Sedang pada saat yang sama kita tidak bisa jadi panutan.

 

Bagaimana kita bisa bicara tentang pendidikan nasional?

Sedang mendidik keluarga sendiri saja secara asal.

 

Bagaimana kita bisa bicara tentang kaum marjinal?

Sedang kita sendirilah yang memarjinalkan mereka.

 

Bagaimana kita bisa bicara tentang agama?

Sedang dengan Tuhan saja kita tutup mata.

 

Bagaimana kita bisa bicara tentang diri sendiri?

Sedang kita tidak tahu siapa sebenarnya diri kita ini?

 

Demak, 30 Juli 2015

Ketika sedang momong sakhiya.

 

Comments

komentar

No comments yet.

Leave a Reply